Back to natural Selamat berkunjung di Blog ini !

Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Saturday, May 19, 2012


Ilmu Laduni, Antara Hakikat dan Khurafat 
Manusia dilahirkan di bumi ini dalam keadaan bodoh, tidak mengerti apa-apa. Lalu Allah mengajarkan kepadanya berbagai macam nama dan pengetahuan agar ia bersyukur dan mengabdikan dirinya kepada Allah dengan penuh kesadaran dan pengertian. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (An-Nahl: 78)
Pada hakikatnya, semua ilmu makhluk adalah "Ilmu Laduni" artinya ilmu yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Para malaikat-Nya pun berkata:
"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami." (Al-Baqarah: 32)
Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat tanpa belajar (wahbiy). Kedua, ilmu yang didapat karena belajar (kasbiy).
Bagian pertama (didapat tanpa belajar) terbagi menjadi dua macam:
1. Ilmu Syar'iat, yaitu ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan kepada para Nabi dan Rasul  melalui jalan wahyu (wahyu tasyri'), baik yang langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril. Jadi semua wahyu yang diterima oleh para nabi semenjak Nabi Adam alaihissalam hingga nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah ilmu laduni termasuk yang diterima oleh Nabi Musa dari Nabi Khidlir . Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Khidhir:
"Yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." (Al-Kahfi: 65)
Di dalam hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidlir alaihissalam berkata kepada Nabi Musa alaihissalam:
"Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga."
Ilmu syari'at ini sifatnya mutlak kebenarannya, wajib dipelajari dan diamalkan oleh setiap mukallaf (baligh dan mukallaf) sampai datang ajal kematiannya.
2. Ilmu Ma'rifat (hakikat), yaitu ilmu tentang sesuatu yang ghaib melalui jalan kasyf (wahyu ilham/terbukanya tabir ghaib) atau ru'ya (mimpi) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin dan shalih. Ilmu kasyf inilah yang dimaksud dan dikenal dengan julukan "ilmu laduni" di kalangan ahli tasawwuf. Sifat ilmu ini tidak boleh diyakini atau diamalkan manakala menyalahi ilmu syari'at yang sudah termaktub di dalam mushaf Al-Qur'an maupun kitab-kitab hadits. Menyalahi di sini bisa berbentuk menentang, menambah atau mengurangi.
Bagian Kedua
Adapun bagian kedua yaitu ilmu Allah yang diberikan kepada semua makhluk-Nya melalui jalan kasb (usaha) seperti dari hasil membaca, menulis, mendengar, meneliti, berfikir dan lain sebagainya.
Dari ketiga ilmu ini (syari'at, ma'rifat dan kasb) yang paling utama adalah ilmu yang bersumber dari wahyu yaitu ilmu syari'at, karena ia adalah guru. Ilmu kasyf dan ilmukasb tidak dianggap apabila menyalahi syari'at. Inilah hakikat pengertian ilmu laduni di dalam Islam.
Khurafat Shufi
Istilah "ilmu laduni" secara khusus tadi telah terkontaminasi (tercemari) oleh virus khurafat shufiyyah. Sekelompok shufi mengatakan bahwa:
  1. "Ilmu laduni" atau kasyf adalah ilmu yang khusus diberikan oleh Allah kepada para wali shufi. Kelompok selain mereka, lebih-lebih ahli hadits(sunnah), tidak bisa mendapatkannya.
  2. "Ilmu laduni" atau ilmu hakikat lebih utama daripada ilmu wahyu (syari'at). Mereka mendasarkan hal itu kepada kisah Nabi Khidlir alaihissalam dengan anggapan bahwa ilmu Nabi Musa alaihissalam adalah ilmu wahyu sedangkan ilmu Nabi Khidhir alaihissalam adalah ilmu kasyf (hakikat). Sampai-sampai Abu Yazid Al-Busthami (261 H.) mengatakan: "Seorang yang alim itu bukanlah orang yang menghapal dari kitab, maka jika ia lupa apa yang ia hapal ia menjadi bodoh, akan tetapi seorang alim adalah orang yang mengambil ilmunya dari Tuhannya di waktu kapan saja ia suka tanpa hapalan dan tanpa belajar. Inilah ilmu Rabbany."
  3. Ilmu syari'at (Al-Qur'an dan As-Sunnah) itu merupakan hijab (penghalang) bagi seorang hamba untuk bisa sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  4. Dengan ilmu laduni saja sudah cukup, tidak perlu lagi kepada ilmu wahyu, sehingga mereka menulis banyak kitab dengan metode kasyf, langsung didikte dan diajari langsung oleh Allah, yang wajib diyakini kebenarannya. Seperti Abd. Karim Al-Jiliy mengarang kitab Al-Insanul Kamil fi Ma'rifatil Awakhir wal Awail. Dan Ibnu Arabi (638 H) menulis kitab Al-Futuhatul Makkiyyah.
  5. Untuk menafsiri ayat atau untuk mengatakan derajat hadits tidak perlu melalui metode isnad (riwayat), namun cukup dengan kasyf sehingga terkenal ungkapan di kalangan mereka
    "Hatiku memberitahu aku dari Tuhanku." Atau
    "Aku diberitahu oleh Tuhanku dari diri-Nya sendiri, langsung tanpa perantara apapun."
Sehingga akibatnya banyak hadits palsu menurut ahli hadits, dishahihkan oleh ahli kasyf (tasawwuf) atau sebaliknya. Dari sini kita bisa mengetahui mengapa ahli hadits (sunnah) tidak pernah bertemu dengan ahli kasyf (tasawwuf).
Bantahan Singkat Terhadap Kesesatan di atas
  1. Kasyf atau ilham tidak hanya milik ahli tasawwuf. Setiap orang mukmin yang shalih berpotensi untuk dimulyakan oleh Allah dengan ilham. Abu Bakar radhiallahu anhu diilhami oleh Allah bahwa anak yang sedang dikandung oleh isterinya (sebelum beliau wafat) adalah wanita. Dan ternyata ilham beliau (menurut sebuah riwayat berdasarkan mimpi) menjadi kenyataan. Ibnu Abdus Salam mengatakan bahwa ilham atau ilmu Ilahi itu termasuk sebagian balasan amal shalih yang diberikan Allah di dunia ini. Jadi tidak ada dalil pengkhususan dengan kelompok tertentu, bahkan dalilnya bersifat umum, seperti sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasalam:
    "Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui." (Al-Iraqy berkata: HR. Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah dari Anas radhiallahu anhu, hadits dhaif).
     
  2. Yang benar menurut Ahlusunnah wal Jama'ah adalah Nabi Khidhir alaihissalam memiliki syari'at tersendiri sebagaimana Nabi Musa alaihissalam. Bahkan Ahlussunnah sepakat kalau Nabi Musa alaihissalam lebih utama daripada Nabi Khidhir alaihissalam karena Nabi Musa alaihissalam termasuk Ulul 'Azmi (lima Nabi yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran yang tinggi, yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad).

    Adapun pernyataan Abu Yazid, maka itu adalah suatu kesalahan yang nyata  karena Nabi shallallahu 'alaihi wasalam hanya mewariskan ilmu syari'at (ilmu wahyu), Al-Qur'an dan As-Sunnah. Nabi  mengatakan bahwa para ulama yang memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itulah pewarisnya, sedangkan anggapan ada orang selain Nabi shallallahu 'alaihi wasalam yang mengambil ilmu langsung dari Allah kapan saja ia suka, maka ini adalah khurafat sufiyyah.
     
  3. Anggapan bahwa ilmu syari'at itu hijab adalah sebuah kekufuran, sebuah tipu daya syetan untuk merusak Islam. Karena itu, tasawwuf adalah gudangnya kegelapan dan kesesatan. Sungguh sebuah sukses besar bagi iblis dalam memalingkan mereka dari cahaya Islam.
     
  4. Anggapan bahwa dengan "ilmu laduni" sudah cukup adalah kebodohan dan kekufuran. Seluruh ulama Ahlussunnah termasuk Syekh Abdul Qodir Al-Jailani mengatakan: "Setiap hakikat yang tidak disaksikan (disahkan) oleh syari'at adalah zindiq (sesat)."
     
  5. Inilah penyebab lain bagi kesesatan tasawwuf. Banyak sekali kesyirikan dan kebid'ahan dalam tasawwuf yang didasarkan kepada hadits-hadits palsu. Dan ini pula yang menyebabkan orang-orang sufi dengan mudah dapat mendatangkan dalil dalam setiap masalah karena mereka menggunakan metode tafsir bathin dan metode kasyf dalam menilai hadits, dua metode bid'ah yang menyesatkan.
Tiada kebenaran kecuali apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda:
"Wahai manusia belajarlah, sesungguhnya ilmu itu hanya dengan belajar dan fiqh (faham agama) itu hanya dengan bertafaqquh (belajar ilmu agama/ilmu fiqh). Dan barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka ia akan difaqihkan (difahamkan) dalam agama ini." (HR. Ibnu Abi Ashim, Thabrani, Al-Bazzar dan Abu Nu'aim,hadits hasan). (Abu Hamzah As-Sanuwi).
Maraji':
  1. Al-Fathur Rabbaniy, Abdul Qadir Al-Jailani (hal. 159, 143, 232).
  2. Al-Fatawa Al-Haditsiyah, Al-Haitamiy (hal. 128, 285, 311).
  3. Ihya' Ulumuddin, Al-Ghazali (jilid 3/22-23) dan (jilid 1/71).
  4. At-Tasawwuf, Muhammad Fihr Shaqfah (hal. 26, 125, 186, 227).
  5. Fathul Bariy, Ibnu Hajar Al-Asqalaniy (I/141, 167).
  6. Fiqhut Tasawwuf, Ibnu Taimiah (218).
  7. Mawaqif Ahlusunnah, Utsman Ali Hasan (60, 76).
  8. Al-Hawi, Suyuthiy (2/197).
Read More



Bismillah
.
 Sebelum membaca artikel ini, mari luruskan dahulu yaqin kita kepada Allah
.
 
Bahwa Makhluq ini tidak kuasa, tapi Allah yang maha kuasa!
 
Belajar (menuntut ilmu) diwajibkan untuk semua muslimin dan muslimat (hadits).
 Tapi Hakikatnya ilmu dtang dari Allah bukan dari Belajar. Begitu pula rezeki datangbukan dari kerja kita.!Kita Belajar karena perintah Allah dan Sunnah Nabi.J
ika Allah kehendaki, dengan belajar - Allah berikan ilmu
 
Jika Allah kehendaki, dengan belajar - tapi Allah tidak berikan ilmu
 
Jika Allah kehendaki, tanpa belajar pun - Allah berikan ilmu
 
Laailaha illallah
 
Belajar itu makhluq, Allah yang kuasa
 +++++++++++++++++++++++++++++++++Kata laduni dipetik dari ayat Allah yang berbunyi:
“ 
 Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami s
uatu ilmu
. (
AlKahfi: 65
)ilmu laduni /ilmu mauhub merupakan salah satu ilmu yang harus dimilki oleh orang yangingin menjadi ahli tafsir alqur
an. Disamping harus mengusai 14 cabang ilmu lainnya
seperti ilmu lughah, nahwu, saraf, balaghah, isytiqoqo, ilmu alma
ani, badi
, bayan, fiqh,
 
 aqidah, asbabunuzul, nasikh mansukh, ilmu qiraat, ilmu hadits, usul fiqah ( hukum-hukum furu
) dan ilmu mauhub ( fadhilah alqur
an, syaikh maulana zakariyya).
 Ilmu ini adalah karunia khusus dari Allah swt.
“ 
man
‘ 
amila bimaa
‘ 
alima waratshullahu
‘ 
ilma maa lam ya
’ 
lam
 
 Artinya : Nabi SAW bersabda :
” 
 
 BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU YANG IA KETAHUI MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEPADANYA ILMU YANG BELUM IA KETAHUI 
” 
 Perkara ini telah dijelaskan oleh sayyidina
ali ra. saat beliau me
njawab pertanyaan orangramai,
apakah beliau telah mendapatkan ilmu khusus atau wasiat khusus dari Rasulullah
saw. yang hanya diberikan kepada beliau dan tidak kepada orang lain?
 
Hazrat
ali ra. menjawab :
Demi Tuhan yang telah menciptakan surga dan jiw
a- jiwa, aku tidak pernah mendapat apa-apa selain daripada ilmu yang Allah berikankepada seseorang untuk memahami alqur
an!
 ibnu abi dunya rah. berkata bahwa pengetahuan daripada Al-quran dan apa-apa yangdidapati daripada alqu
an begitu luas daripada alq
ur
an. Seorang pentafsir harus
mengetahui 15 cabang ilmu yg disebutkan diatas.
Tafsiran orang yang tidak mahirdalam ilmu-ilmu ini adalah termasuk tafsiran bil-rakyi (tafsir menurut fikiransendiri) yang hal ini DILARANG OLEH SYARA
. Para sahabat ra. mendapat ilmubahasa arab secara tabii dan ilmu-ilmu lain mereka dapati langsung dari ilmu kenabian(nabi SAW).
Nabi SAW bersabda :
Barang siapa yang berfatwa dalam masalah agama, tanpa
ada ilmu maka baginya laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya
(HR.
 Imam suyuti).
 
Jadi Ilmu laduni = ilmu dari Allah asbab hasil amal..
.karena Allah telah tunjukan caramendapatkannya pada kita.ilmu laduni dan cara/jalan untuk mendapatkannya didalam ALQU
AN DAN HADITS :
 
1. TAKUT KEPADA ALLAH
 
 kitab alhikam
, syaikh ibnu athoillah alasykandary (kepala madrasah alazhar-asyarif abad7 hijriah) menyebutkan nukilan ayat dari
alqur
anulkarim
:
“ 
wataqullaha wayu
’ 
alimukumullah
 artinya :
Takutlah kepada Allah niscaya Allah akan mengajari kalian
 
 
 Sifat takut/tunduk/patuh hanya kepada Allah, sangatlah mulia. Bukan saja ilmu laduniyang Allah beri tapi Allah akan tundukan semua makhluq padanya bahkan paramalaikatpun akan berkhidmad dan senantiasa membantunya (atas izin Allah), sebagaimana maksud dari haidts nabi SAW :Nabi saw bersbda :
man khofa minallahi khofahu kulla syai waman khofa ghoirallah
khofa min kulli syai
 
artinya :
Barang siapa yang takutnya hanya kpd Allah maka Smua makhuq akan
takut/tunduk padanya. Barangsiapa takut/tunduknya kpd selain Allah maka semuamakhluq akan (menjadi asbab) ketakutan baginya
 
 Lihatlah kisah-kisah salafushalih kita, bagaimana pasukan dakwah sahabat berjalan diatasair melintasi sungai tigris irak, pasukan dakwah sahabat yang berjalan melintasi lautmerah, mu
adz bin jabal ra shalat 2 rekaat
maka gunung batu yang besar terbelah dua-membuka jalan untuknya, para sahabat terkemuka boleh mendengarkan dzikir benda-benda mati (roti dan mangkuk) .Abu dzar alghifary ra. atas perintah khalifah umar ra., beliau ditugaskan utk memasukankembali lahar gunung berapi yang sudah keluar dari kawahnya. maka atas izin Allah,lahar panas tsb masuk kembali ke kawah gunung tsb (hayatushabat).Abdullah atthoyar ra. boleh terbang seprti malaikat yang punya sayap, maka ketikaditanya oleh rasulullah, apa yang menjadi asbab Allah berikan karomah tersebut, makabeliau menjawab
saya pun tidak tahu, tapi mungkin karena aku dari sebelum saya
masuk islam sampai sekarng pun saya tidak pernah minum khamr,
dst
.
 
2. MENGAMALKAN ILMU YANG DIKETAHUI
 
sebuah hadits shohih menyebutkan bahwa nabi muhammad saw bersabda :
“ 
man
‘ 
amila bimaa
‘ 
alima waratshullahu
‘ 
ilma maa lam ya
’ 
lam
 
 Artinya : Nabi SAW bersabda :
” 
 
 BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU YANG IA KETAHUI MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEPADANYA ILMU YANG BELUM IA KETAHUI 
” 
 
3
. TIDAK MENCINTAI DUNIA
 
alammah suyuti rah. berkata :
kamu menganggap bahwa ilmu mauhub adalah diluar
kemampuan manusia. Namun hakikatnya bukanlah demikian, bahkan cara untukmenghasilkan ilmu ini adalah dengan beberapa asbab. Melalui ini Allah swt. telahmenjanjikan ilmu tersebut. Asbab-asbab itu adalah seperti : beramal dengan ilmuyang diketahui, tidak mencintai dunia dan lain-lain
.
 

 
 
Barang siapa yang kehilangan Allah (tidak kenal Allah) maka ia kehilangan segala-galanya.
 ( Kumpulan Khutbah jum
at romo kyai).
 Dalam kitab kimiyai saadat, bahwa ada tiga jenis manusia yang tiadak akan bisamemahami alqur
an :
 - Pertama : Seorang yang tidak memahami bahasa arab-Kedua : Orang yang berkekalan dengan dosa-dosa besar dan bid
ah. Ini karena dosa dan
amalan bid
ah itu akan menghitamkan hatinya yg menyebabkan dia tidak mampu
memahami alqur
an.
 _ketiga :
Orang yang yakin hanya terhadap makna-makna dhahir saja dalam hal-hal aqidah (mengambil makna dhohir dari ayat/hadits mutasyabihat, aqidahnyabermasalah: mu
tazillah, mujasimmah dsb).
Perasaanya tidak dapat menerima apabiladia membaca ayat alqu
an yang bertentangan dengan keyakinannya itu. Orang yang
demikian tidak akan bisa memahami alqur
an.
 
Ya Allah Pel
iharalah kami daripada mereka!
 
Rujukan :
Al hikam, ibnu athoillah alasykanadary
 Buletin Islam Al Ilmu Edisi 31/II/I/1425
. (Buletin sesat wahaby)Fadhilah alqu
an penjelasan hadith ke 18, hal 25
-27, Syaikh Maulana Zakariyya, era ilmukuala lumpur.Kumpulan Khutbah Jum
at romo kyai, ponpes alfatah
-temboro, magetan jawa timur.Muntakhob ahadits, syaikh sa
ad, Pustaka ramadhan , Bandung.
 
Lampiran Hadits-hadits Pendukung:
 
1. Hadits Bukhari -Muslim :
 
“ 
 Dahulu ada beberapa orang dari umat 
-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulahada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.
(
Muttafaqun
alaihi
)
 
 
2. Hadits At Tirmidzi :
 
Ini bukan bisikan
-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorangmukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda RasulullahShalallahu
alaihi wassalam:
“ 
 Hati
-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karenadengannya ia melihat cahaya Allah
. (
H.R At Tirmidzi
).
3. Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib
 
Ra
:
 
Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib:
“ 
 Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah
‘ 
 Azza wa Jalla, dan salah satu dari
hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yangdikehendaki-Nya
.
 
4. Nasihat imam syafei :
 SCAN KITAB Dar al-Jil Diwan (Beirut 1974) p.34SCAN KITAB Dar al-Kutub al-`Ilmiyya (Beirut 1986) p.48Artinya :
ÝÞíåÇ
 
æ
 
ÕæÝíÇ
 
Ýßä
 
áíÓ
 
æÇÍÏÇ
*
ÝÅäí
 
æ
 
ÍÜÜÜÞ
 
Çááå
 
ÅíÜÜÜÇß
 
ÃäÜÜÜÜÕÍ
 
ÝÐÇáß
 
ÞÇÓ
 
áã
 
íÜÜÜÐÞ
 
ÞÜáÜÜÈå
 
ÊÞì
*
æåÐÇ
 
Ìåæá
 
ßíÝ
 
ÐæÇáÌåá
 
íÕáÍ
 
 
 Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalanitasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orangyang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinyatidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]sayang bait dari diwan ini telah dihilangkan oleh wahaby laknatullah dalam kitab diwansafei yg dicetak oleh percetakan wahaby
.
.
5. Nashihat IMAM MALIK RA:
 
æ
 
ãä
 
ÊÕæÝ
 
æ
 
áã
 
íÊÝÞå
 
ÝÞÏ
 
ÊÒäÏÞ
 
ãä
 
ÊÝÞå
 
æ
 
áã
 
íÊÕæÝ
 
ÝÞÏ
 
ÊÝÓÞ
 
æ
 
ãä
 
ÌãÚ
 
ÈíäåãÇ
 
ÝÞÏ
 
ÊÎÞÞ
 
dia yang sedang Tasawwuf tanpa mempelajari fikih rusak keimanannya , sementara dia
yang belajar fikih tanpa mengamalkan Tasawwuf rusaklah dia . hanya dia siapamemadukan keduannya terjamin benar .
Hikmah kisah Hassan basri rah. dan Rabi
atul
-Adawiyyah rah.
 
Hassan Basri rah. berkata dengan niat hendak menunjukkan keramatnya kepadaorang lain yang ia dapat menguasai air (seperti Nabi Isa a.s. boleh berjalan diatas air). Rabi
atul
-Adawiyyah berkata,
Hassan, buangkanlah perkara yang sia
-sia itu. Jika kamu hendak benar memisahkan diri dari perhimpunan Aulia
Allah,
maka kenapa kita tidak terbang sahaja dan berbincang di udara?
Rabi
atul
-adawiyyah berkata bergini kerana beliau ada kuasa berbuat demikian tetapiHassan tidak ada berkuasa seperti itu. Hassan meminta maaf. Rabi
atul
-Adawiyyah berkata,
“  
Ketahuilah bahawa apa yang kamu boleh buat, ikan 
pun boleh buat dan jika aku boleh terbang, lalat pun boleh terbang. Buatlah suatu yang lebih dari perkara yang luarbiasa itu. Carilah ianya dalam ketaatan dan sopan-santun terhadap Allah.
”  
 

 
 
Barang siapa yang kehilangan Allah (tidak kenal Allah) maka ia kehilangan segala-galanya.
 ( Kumpulan Khutbah jum
at romo kyai).
 Dalam kitab kimiyai saadat, bahwa ada tiga jenis manusia yang tiadak akan bisamemahami alqur
an :
 - Pertama : Seorang yang tidak memahami bahasa arab-Kedua : Orang yang berkekalan dengan dosa-dosa besar dan bid
ah. Ini karena dosa dan
amalan bid
ah itu akan menghitamkan hatinya yg menyebabkan dia tidak mampu
memahami alqur
an.
 _ketiga :
Orang yang yakin hanya terhadap makna-makna dhahir saja dalam hal-hal aqidah (mengambil makna dhohir dari ayat/hadits mutasyabihat, aqidahnyabermasalah: mu
tazillah, mujasimmah dsb).
Perasaanya tidak dapat menerima apabiladia membaca ayat alqu
an yang bertentangan dengan keyakinannya itu. Orang yang
demikian tidak akan bisa memahami alqur
an.
 
Ya Allah Pel
iharalah kami daripada mereka!
 
Rujukan :
Al hikam, ibnu athoillah alasykanadary
 Buletin Islam Al Ilmu Edisi 31/II/I/1425
. (Buletin sesat wahaby)Fadhilah alqu
an penjelasan hadith ke 18, hal 25
-27, Syaikh Maulana Zakariyya, era ilmukuala lumpur.Kumpulan Khutbah Jum
at romo kyai, ponpes alfatah
-temboro, magetan jawa timur.Muntakhob ahadits, syaikh sa
ad, Pustaka ramadhan , Bandung.
 
Lampiran Hadits-hadits Pendukung:
 
1. Hadits Bukhari -Muslim :
 
“ 
 Dahulu ada beberapa orang dari umat 
-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulahada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.
(
Muttafaqun
alaihi
)
 
 
2. Hadits At Tirmidzi :
 
Ini bukan bisikan
-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorangmukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda RasulullahShalallahu
alaihi wassalam:
“ 
 Hati
-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karenadengannya ia melihat cahaya Allah
. (
H.R At Tirmidzi
).
3. Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib
 
Ra
:
 
Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib:
“ 
 Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah
‘ 
 Azza wa Jalla, dan salah satu dari
hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yangdikehendaki-Nya
.
 
4. Nasihat imam syafei :
 SCAN KITAB Dar al-Jil Diwan (Beirut 1974) p.34SCAN KITAB Dar al-Kutub al-`Ilmiyya (Beirut 1986) p.48Artinya :
ÝÞíåÇ
 
æ
 
ÕæÝíÇ
 
Ýßä
 
áíÓ
 
æÇÍÏÇ
*
ÝÅäí
 
æ
 
ÍÜÜÜÞ
 
Çááå
 
ÅíÜÜÜÇß
 
ÃäÜÜÜÜÕÍ
 
ÝÐÇáß
 
ÞÇÓ
 
áã
 
íÜÜÜÐÞ
 
ÞÜáÜÜÈå
 
ÊÞì
*
æåÐÇ
 
Ìåæá
 
ßíÝ
 
ÐæÇáÌåá
 
íÕáÍ
 
 
 Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalanitasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orangyang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinyatidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]sayang bait dari diwan ini telah dihilangkan oleh wahaby laknatullah dalam kitab diwansafei yg dicetak oleh percetakan wahaby
.
.
5. Nashihat IMAM MALIK RA:
 
æ
 
ãä
 
ÊÕæÝ
 
æ
 
áã
 
íÊÝÞå
 
ÝÞÏ
 
ÊÒäÏÞ
 
ãä
 
ÊÝÞå
 
æ
 
áã
 
íÊÕæÝ
 
ÝÞÏ
 
ÊÝÓÞ
 
æ
 
ãä
 
ÌãÚ
 
ÈíäåãÇ
 
ÝÞÏ
 
ÊÎÞÞ
 
dia yang sedang Tasawwuf tanpa mempelajari fikih rusak keimanannya , sementara dia
yang belajar fikih tanpa mengamalkan Tasawwuf rusaklah dia . hanya dia siapamemadukan keduannya terjamin benar .
Hikmah kisah Hassan basri rah. dan Rabi
atul
-Adawiyyah rah.
 
Hassan Basri rah. berkata dengan niat hendak menunjukkan keramatnya kepadaorang lain yang ia dapat menguasai air (seperti Nabi Isa a.s. boleh berjalan diatas air). Rabi
atul
-Adawiyyah berkata,
Hassan, buangkanlah perkara yang sia
-sia itu. Jika kamu hendak benar memisahkan diri dari perhimpunan Aulia
Allah,
maka kenapa kita tidak terbang sahaja dan berbincang di udara?
Rabi
atul
-adawiyyah berkata bergini kerana beliau ada kuasa berbuat demikian tetapiHassan tidak ada berkuasa seperti itu. Hassan meminta maaf. Rabi
atul
-Adawiyyah berkata,
“  
Ketahuilah bahawa apa yang kamu boleh buat, ikan 
pun boleh buat dan jika aku boleh terbang, lalat pun boleh terbang. Buatlah suatu yang lebih dari perkara yang luarbiasa itu. Carilah ianya dalam ketaatan dan sopan-santun terhadap Allah.
”  
 


Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Abaut

http://wwwroges-ade.blogspot.com, between the and tags
  • About
  • http://wwwroges-ade.blogspot.com, between the and tags

    Popular Posts

    BTemplates.com

    Blogroll

    script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

    About

    script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

    Copyright © Roghes Family | Powered by Blogger
    Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com