Back to natural Selamat berkunjung di Blog ini !

Friday, December 29, 2017

MATRIK KAJIAN KURIKULUM

MATRIKS HASIL KAJIAN : PENGELOLAAN KURIKULUM SEKOLAH

KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
ALTERNATIF SOLUSI PERMASALAHAN
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
A. Dokumen I
      1.  Kurikulum sekolah disusun oleh tim pengembang kurikulum (TPK) sekolah.
      2.  Disetujui dalam rapat dewan guru.
      3.  Diketahui oleh Komite sekolah
      4.  Disahkan pemberlakuannya oleh Kepala Dinas pendidikan Kabupaten.
      5.  Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah
      6.  Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan sekolah untuk mencapai visi sekolah
      7.  Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah
      8.  Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun berdasarkan Standar Isi

      9.  Tidak melebihi 36 jam pelajaran perminggu
  10.  Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan karakter dan potensi daerah.
  11.  Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah.
  12.  Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran
  13.  Merumuskan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait
  14.  Merumuskan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  15.  Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi
B. Dokumen II
     Silabus:
1.      Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu
2.      Komponen silabus memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, nilai karakter.
3.      Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP.
4.      Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok ( MGMP )
5.      Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten

       RPP:
1.      Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
2.      Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar
3.      Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, program, mata pelajaran, jumlah pertemuan.
4.      Rumusan Standar Kompetensi  (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi
5.      Indikator sesua dengan indikator pada silabus
6.      Tujuan pembelajaran Menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar
7.      Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
8.      Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran
9.      Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
10.  Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian
11.  Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi
A. Dokumen I
   1.    Ada tim yang dibentuk untuk menyusun kurikulum sekolah

   2.    Tidak diajukan dalam rapat dewan guru untuk persetujuan
   3.    Diketahui komite sekolah
   4.    Disahkan oleh kepala dinas pendidikan kab. Sukabumi

   5.    Memiliki visi


   6.    Memiliki misi


   7.    Memiliki tujuan sekolah



   8.    struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah mengacu standar isi


   9.    Jumlah jam pelajaran  jam

10.    Muatan local Fiqih
11.    Ada pengembangan diri
-elektronika
- menjahit

12.    Terdapat tabel ketuntasan relajar


13.    Memiliki kriteria kenaikan kelas

14.    memiliki kriteria kelulusan


15.    Memiliki kalender pendidikan





B. Dokumen II
     Silabus:
1.  Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu
2.  Komponen silabus memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, nilai karakter.
3.  Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP.
4.  Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok ( KKG )
5.  Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten

       RPP:
1.  Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
2.  Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar
3.  Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, program, mata pelajaran, jumlah pertemuan.
4.  Rumusan Standar Kompetensi  (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi
5.  Indikator sesua dengan indikator pada silabus
6.  Tujuan pembelajaran Menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar
7.  Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
8.  Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran
9.  Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
10.  Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian
11.  Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi
A. Dokumen I
   1.    Ada tim yang dibentuk untuk menyusun kurikulum sekolah

   2.    Tidak diajukan dalam rapat dewan guru untuk persetujuan
   3.    Diketahui komite sekolah
   4.    Disahkan oleh kepala dinas pendidikan kab. Sukabumi

   5.    Memiliki visi


   6.    Memiliki misi


   7.    Memiliki tujuan sekolah



   8.    struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah mengacu standar isi


   9.    Jumlah jam pelajaran       jam

10.    Muatan local …..
11.    Ada pengembangan diri



12.    Terdapat tabel ketuntasan relajar


13.    Memiliki kriteria kenaikan kelas

14.    memiliki kriteria kelulusan


15.    Memiliki kalender pendidikan





B. Dokumen II
     Silabus:
1.  Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu
2.  Komponen silabus memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, nilai karakter.
3.  Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP.
4.  Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (KKG)
5.  Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten

       RPP:
1.  Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
2.  Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar
3.  Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, program, mata pelajaran, jumlah pertemuan.
4.  Rumusan Standar Kompetensi  (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi
5.  Indikator sesua dengan indikator pada silabus
6.  Tujuan pembelajaran Menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar
7.  Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
8.  Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran
9.  Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
10.  Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian
11.  Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi
1.    Kepala sekolah perlu membentuk Tim Penyusun Kurikulum yang melibatkan seluruh terdiri dari guru dan komite sekolah.
2.    Jumlah jam pelajaran ideal 36 jam perminggu, sekolah dapat menerapkan lebih dari 36 jam perminggu disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah.
3.    Perlu membina siswa dalam kegiatan pengembangan diri.















MATRIKS HASIL  KAJIAN : PENGELOLAAN PESERTA DIDIK

KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
KONTRIBUSI CALON
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
1.    Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik
2.    Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi:
a.   Pembentukan panitia PPDB
b.  Rapat kerja dan pembagian tugas
c.   Proses pendaftaran
d.  Proses Seleksi
e.   Proses penentuan calon terpilih
f.   Proses daftar ulang
3.      Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik
4.      Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik
5.      Mengatur evaluasi peserta didik
6.      Mengatur kenaikan kelas, mutasi dan drop out
7.      Mengatur kode etik dan peningkatan disiplin peserta didik
8.      Mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik
9.      Mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS
10.  Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik
11.  Melakukan pembinaan prestasi unggulan.
12.  Melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa:
a.   Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan
b.  Penyiapan perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik
c.   Menyelenggarakan penuangan wahana kreatifitas
d.  Mewadahi/menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas siswa
e.   Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa
13.  Melakukan pelacakan terhadap alumni

1.    Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik
2.    Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi:
a.    Pembentukan panitia PPDB
b.   Rapat kerja dan pembagian tugas
c.    Proses pendaftaran
d.   Proses Seleksi
e.    Proses penentuan calon terpilih

3.      Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik
4.      Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik
5.      Mengatur evaluasi peserta didik
6.      Mengatur kenaikan kelas, mutasi dan drop out
7.      Mengatur kode etik dan peningkatan disiplin peserta didik
8.      Mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik
9.       
10.  Tidak Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik
11.  Tidak melakukan pembinaan prestasi unggulan.
12.  Tidak melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa:
a.   Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan
b.  Tidak memiliki perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik
c.   Belum ada penuangan wahana kreatifitas
d.  Belum ada wadah untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas siswa
e.   Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa
13.  Belum melakukan pelacakan terhadap alumni

1.    Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik
2.    Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi:
a.   Pembentukan panitia PPDB
b.  Rapat kerja dan pembagian tugas
c.   Proses pendaftaran
d.  Proses Seleksi
e.   Proses penentuan calon terpilih

3.      Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik
4.      Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik
5.      Mengatur evaluasi peserta didik
6.      Mengatur kenaikan kelas, mutasi dan drop out
7.      Mengatur kode etik dan peningkatan disiplin peserta didik
8.      Mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik
9.       
10.  Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik
11.  Tidak melakukan pembinaan prestasi unggulan.
12.  Melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa:
a.   Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan
b.  Belum memiliki perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik
c.   Belum ada penuangan wahana kreatifitas
d.  Belum ada wadah untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas siswa
e.   Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa
13.  Belum melakukan pelacakan terhadap alumni


1.    Untuk meningkatkan kualitas peserta didik, maka proses seleksi dialakukan secara jujur, adil, dan memenuhi prosedur dan kriteria penerimaan.


2.    Perlu dibuka wadah penyaluran bakat dan minat siswa
3.    Perlu mengadakan kegiatan ekstra kurilkuler bagi peserta didik.
4.    Mengupayakan adanya pembinaan prestasi unggulan.
5.    Hendaknya melakukan pelacakan terhadap alumni


















Mengetahu                                                                  Mengetahui
Kepala SDN 2 LEMBURSAWAH                            Kepala SDN 1 CIMAHI                                                        CKS                                                   



MULYANA SUTARNO,SPd
NIP. 196306061984101002



DEDE SUJATMA,SPd
NIP.196203271984101002



ADE ROHMAN GUNAWAN
NIP. 196206061981121001




                                                                                                                                             







MATRIKS HASIL  KAJIAN : PENGELOLAAN PESERTA DIDIK

KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
KONTRIBUSI CALON
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
14.Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik
15.Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi:
g.  Pembentukan panitia PPDB
h.  Rapat kerja dan pembagian tugas
i.    Proses pendaftaran
j.    Proses Seleksi
k.  Proses penentuan calon terpilih
l.    Proses daftar ulang
16.  Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik
17.  Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik
18.  Mengatur evaluasi peserta didik
19.  Mengatur kenaikan kelas, mutasi dan drop out
20.  Mengatur kode etik dan peningkatan disiplin peserta didik
21.  Mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik
22.  Mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS
23.  Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik
24.  Melakukan pembinaan prestasi unggulan.
25.  Melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa:
a.   Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan
b.  Penyiapan perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik
c.   Menyelenggarakan penuangan wahana kreatifitas
d.  Mewadahi/menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas siswa
e.   Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa
26.  Melakukan pelacakan terhadap alumni

14.Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik
15.Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi:
a.    Pembentukan panitia PPDB
b.   Rapat kerja dan pembagian tugas
c.    Proses pendaftaran
d.   Proses Seleksi
e.    Proses penentuan calon terpilih
f.     Proses daftar ulang
16.  Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik
17.  Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik
18.  Mengatur evaluasi peserta didik
19.  Mengatur kenaikan kelas, mutasi dan drop out
20.  Mengatur kode etik dan peningkatan disiplin peserta didik
21.  Mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik
22.  Mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS
23.  Tidak Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik
24.  Tidak melakukan pembinaan prestasi unggulan.
25.  Tidak melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa:
a.   Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan
b.  Tidak memiliki perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik
c.   Belum ada penuangan wahana kreatifitas
d.  Belum ada wadah untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas siswa
e.   Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa
26.  Belum melakukan pelacakan terhadap alumni

14.Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik
15.Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi:
a.   Pembentukan panitia PPDB
b.  Rapat kerja dan pembagian tugas
c.   Proses pendaftaran
d.  Proses Seleksi
e.   Proses penentuan calon terpilih
f.    Proses daftar ulang
16.  Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik
17.  Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik
18.  Mengatur evaluasi peserta didik
19.  Mengatur kenaikan kelas, mutasi dan drop out
20.  Mengatur kode etik dan peningkatan disiplin peserta didik
21.  Mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik
22.  Mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS
23.  Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik
24.  Tidak melakukan pembinaan prestasi unggulan.
25.  Melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa:
a.   Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan
b.  Belum memiliki perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik
c.   Belum ada penuangan wahana kreatifitas
d.  Belum ada wadah untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas siswa
e.   Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa
26.  Belum melakukan pelacakan terhadap alumni


6.    Untuk meningkatkan kualitas peserta didik, maka proses seleksi dialakukan secara jujur, adil, dan memenuhi prosedur dan kriteria penerimaan.


7.    Perlu dibuka wadah penyaluran bakat dan minat siswa
8.    Perlu mengadakan kegiatan ekstra kurilkuler bagi peserta didik.
9.    Mengupayakan adanya pembinaan prestasi unggulan.
10.            Hendaknya melakukan pelacakan terhadap alumni


























MATRIKS HASIL KAJIAN : PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN
KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
ALTERNATIF SOLUSI PERMASALAHAN
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
A.  TELEVISI
a)  Guru dan siswa menggunakan acara televisi sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran,
b)  Guru menggunakan siaran TV Edukasi dalam pembelajaran
c)  TV Edukasi dijadikan sebagai salah satu sumber belajar di Perpustakaan
B.   RADIO
a)  Guru menjadikan acara Radio sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran
b)  Siswa menjadikan acara Radio sebagai salah satu sumber belajar
C.   TAPE RECORDER
a)  Guru menggunakan Tape Recorder dalam pembelajaran.
D.  VCD/DVD PLAYER
a)  Guru menggunakan VCD/DVD Player dalam pembelajaran di kelas.
E.   OHP/LCD PROYEKTOR
a)  Guru menggunakan OHP/LCD Proyektor dalam pembelajaran
F.    KORAN/MAJALAH
a)  Guru menggunakan Koran/majalah sebagai sumber atau media pembelajaran
G.  KOMPUTER/LAPTOP
a)  Guru menggunakan komputer dalam penyusunan silabus dan RPP
b)  Guru menggunakan komputer dalam penyusunan bahan ajar
c)  Guru menggunakan komputer mengolah hasil belajar siswa
d) Guru menggunakan komputer dalam pembelajaran matapelajaran TIK
H.  INTERNET
a)  Guru dan siswa menggunakan Internet sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran
b)  Guru menggunakan Internet dalam pembelajaran matapelajaran TIK

A.    TELEVISI
a)  Guru dan siswa tidak menggunakan acara televisi sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran,
b)  Guru tidak menggunakan siaran TV Edukasi dalam pembelajaran
c)  TV Edukasi tidak dijadikan sebagai salah satu sumber belajar di Perpustakaan
B.     RADIO
a)  Guru tidak menjadikan acara Radio sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran
b)  Siswa tidak menjadikan acara Radio sebagai salah satu sumber belajar
C.     TAPE RECORDER
a)  Guru tidak menggunakan Tape Recorder dalam pembelajaran.
D.    VCD/DVD PLAYER
a)  Guru tidak menggunakan VCD/DVD Player dalam pembelajaran di kelas.
E.     OHP/LCD PROYEKTOR
a)      Guru tidak menggunakan OHP/LCD Proyektor dalam pembelajaran
F.      KORAN/MAJALAH
a)  Guru menggunakan Koran/majalah sebagai sumber atau media pembelajaran
G.    KOMPUTER/LAPTOP
a)  Guru  menggunakan komputer dalam penyusunan silabus dan RPP (menggunakan jasa pihak lain)
b)  Guru menggunakan komputer dalam penyusunan bahan ajar (menggunakan jasa pihak lain)
c)  Guru menggunakan komputer mengolah hasil belajar siswa
d) Guru tidak menggunakan komputer dalam pembelajaran matapelajaran TIK( sekolah tidak mempunyai peralatan komputer)
H.    INTERNET
a)  Sebagian kecil guru menggunakan Internet sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran, siswa tidak menggunakan Internet sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran,
b) Guru tidak menggunakan Internet dalam pembelajaran matapelajaran TIK( tidak memiliki peralatan komputer dan internet)
A. TELEVISI
a)  Guru dan  siswa tidak menggunakan acara televisi sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran,
b)  Guru tidak menggunakan siaran TV Edukasi dalam pembelajaran
c)  TV Edukasi tidak dijadikan sebagai salah satu sumber belajar di Perpustakaan
B. RADIO
a)  Guru tidak menjadikan acara Radio sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran
b)  Siswa tidak menjadikan acara Radio sebagai salah satu sumber belajar
C. TAPE RECORDER
a)  Guru tidak menggunakan Tape Recorder dalam pembelajaran.
D. VCD/DVD PLAYER
a)  Guru tidak menggunakan VCD/DVD Player dalam pembelajaran di kelas.
E.  OHP/LCD PROYEKTOR
a)  Guru tidak menggunakan OHP/LCD Proyektor dalam pembelajaran
F.  KORAN/MAJALAH
a)  Guru menggunakan Koran/majalah sebagai sumber atau media pembelajaran
G. KOMPUTER/LAPTOP
a)  Guru menggunakan komputer dalam penyusunan silabus dan RPP
b)  Guru menggunakan komputer dalam penyusunan bahan ajar
c)  Guru menggunakan komputer mengolah hasil belajar siswa
d) Guru  menggunakan komputer dalam pembelajaran matapelajaran TIK
H. INTERNET
a)  Guru dan siswa menggunakan Internet sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran
b) Guru tidak menggunakan Internet dalam pembelajaran matapelajaran TIK (belum mempunyai jaringaninternet)

1.      Perlu pengadaan Ruang komputer dan internet di sekolah, beserta fasilitasnya.
2.      Mengadakan pelatihan pemanfaatan TIK bagi guru.
3.      Berbagi ilmu TIK tentang pembuatan dan pemanfaatan surat elektronik (email)
4.      Berbagi ilmu TIK tentang pembuatan Blog pribadi yang sederhana.



MATRIKS HASIL KAJIAN : MONITORING DAN EVALUASI

KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
KONTRIBUSI CALON
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
Kegiatan Monev dilakukan melalui tahap:
A.  PERSIAPAN meliputi kegiatan:
1.    Menetapkan tujuan MonEv.
2.    Membagi tugas dan tanggung jawab tim MonEv, serta sumber daya yang tersedia.
3.    Mengidentifikasi dan mengembangkan instru­men/alat MonEv yang dibutuhkan.
4.    Berlatih menggunakan instrumen/ alat MonEv.
5.    Menyusun rencana kegiatan MonEv
B.   PELAKSANAAN MONEV meliputi kegiatan:
1.     Mengorganisasikan penggunaan intrumen/alat MonEv .
2.    Mengumpulkan dan mendapatkan data.
3.    Berkoordinasi dan bekerjasama antar tim MonEv.
4.    Memonitoring perkembangan kegiatan.
5.    Memodifikasi/penyesuaian MonEv jika perlu.
6.    Mengidentifikasi masalah –masalah yang penting, peluang, dan hasil.
7.    Pertemuan tim MonEV untuk monitoring perkem­bangan kegiatan.
C.   PELAPORAN meliputi kegiatan:
1.    Berbagi hasil MonEv dengan warga sekolah ter­kait dan mendapatkan masukan/umpan balik lebih lanjut dari mereka.
2.    Mendiskusikan bagaimana warga sekolah dapat menerapkan rekomendasi yang relevan.

Pelaksanaan Kegiatan MonEv:
1.  Dilakukan tanpa melalui mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan.
2.  Tidak ada pembagian tugas dan tanggungjawab.
3.  Tidak menggunakan instrumen
4.  Informasi diperoleh secara lisan atau berdasarkan bukti dan fakta
5.  Hasil monev diinformasikan kepada warga sekolah untuk memperoleh umpan balik

Pelaksanaan Kegiatan MonEv:
1.  Dilakukan tanpa melalui mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan.
2.  Tidak ada pembagian tugas dan tanggung jawab.
3.  Tidak menggunakan instrumen
4.  Informasi diperoleh secara lisan atau berdasarkan bukti dan fakta
5.  Hasil monev diinformasikan kepada warga sekolah untuk memperoleh umpan balik

1.   Menyarankan untuk selalu melakukan monitoring dan evaluasi program-program atau kebijakan sekolah berdasarkan prinsip-prinsip monev untuk mengetahui keberhasilan atau efektifitas program.

               

                                                                                                                                                                                   


                                                                                                        










MATRIKS HASIL  KAJIAN : RKS dan RKJM

KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
ALTERNATIF SOLUSI PERMASALAHAN
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
16.        RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS
17.        RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota.
18.        Disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat dan pemangku kepentingan.
19.        Penyusunan RKJM berdasarkan rekomendasi EDS.
20.        RKS memuat kegiatan-kegiatan:
a. kesiswaan,
b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran,
c. PTK serta pengembangannya,
d. sarana dan prasarana,
e. keuangan dan pembiayaan,
f. budaya dan lingkungan sekolah,
g. peran serta masyarakat dan kemitraan,
h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.
21.        Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan komite sekolah.

1.  Tidak ada tim yang dibentuk untuk menyusun RKJM dan RKS.
2.  RKJM dan RKS tidak diajukan pada rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan dewan guru.
3.  Tidak diajukan kepada pihak dinas pendidikan kabupaten untuk mendapatkan pengesahan.
4.  RKJM dan RKAS belum disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan.

5.  Sekolah belum melakukan pengisian instrumen EDS sehingga RKJM yang disusun belum berdasarkan rekomendasi EDS.
6.  RKS sudah memuat kegiatan-kegiatan :
a. kesiswaan,
b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran,
c. PTK serta pengembangannya,
d. sarana dan prasarana,
e. keuangan dan pembiayaan,
f. budaya dan lingkunag sekolah
g. peran serta masyarakat masih kurang
h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.
f.   Pelaksanaan kegiatan sekolah ada yang tidak sesuai dengan RKS tetapi tidak diajukan pada rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan.
1.  RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS.
2.  RKJM dan RKS tidak diajukan pada rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan dewan guru.
3.  Diajukan kepada pihak dinas pendidikan kabupaten untuk mendapatkan pengesahan.
4.  RKJM dan RKAS sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan.

5.  Sekolah belum melakukan pengisian instrumen EDS sehingga RKJM yang disusun berdasarkan rekomendasi EDS.
6.  RKS sudah memuat kegiatan- kegiatan :
a. kesiswaan,
b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran,
c. PTK serta pengembangannya,
d. sarana dan prasarana,
e. keuangan dan pembiayaan,
f. budaya dan lingkungan sekolah,
g. peran serta masyarakat dan kemitraan,
h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.
7.  Pelaksanaan kegiatan sekolah sudah sesuai dengan RKS tetapi tidak diajukan pada rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan.
1.    Sekolah harus berupaya membentuk tim penyusun RKJM dan RKS.
2.    Mengusahakan RKJM dan RKS yang sudah disetujui dalam rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah, juga perlu disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota
3.    Penyusunan harus RKJM berdasarkan rekomendasi EDS, maka sekolah perlu menyusun EDS
4.    Kegiatan-kegiatan yang termuat dalam RKS harus berdasarkan skala prioritas, dan sebaiknya memuat kegiatan-kegiatan kesiswaan, kurikulum, dan kegiatan pembelajaran,  PTK serta pengembangannya, sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya dan lingkungan sekolah, peran serta masyarakat dan kemitraan, rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pemgembangan mutu.


 

                                                                                                                                                                                   

















MATRIK HASIL  KAJIAN : PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH (SARPRAS)

KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
ALTERNATIF SOLUSI PERMASALAHAN
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai Permendiknas Nomor 24 tahun 2007:
A. LAHAN
1.  Kepemilikan sah dengan bukti
2.  Memenuhi kondisi keamanan
B. BANGUNAN
1.  Memenuhi ketentuan rasio luas lantai terhadap siswa
2.  Memenuhi unsur-unsur keselamatan, unsur  kesehatan, unsur kenyamanan, dan daya listrik

C. RUANG
1)        Ruang Pendidikan
                a)    Ruang kelas/teori,
                b)    Ruang perpustakaan,
                c)    Ruang laboratorium IPA,
               d)    Ruang laboratorium Bahasa,

                e)    Ruang laboratorium Komputer,

                 f)    Ruang kesenian,
                g)    Ruang keterampilan,
                h)    Ruang olahraga.
2)        Ruang Administrasi
                a)    Ruang kepala sekolah,
                b)    Ruang guru,

                c)    Ruang tata usaha,
               d)    Gudang
3)        Ruang Penunjang
                a)        Ruang konseling,
                b)        Ruang beribadah,
                c)        Ruang UKS,
               d)        Ruang  organisasi kesiswaan,
                e)        Ruang koperasi,
                 f)        Jamban,
                g)        Tempat bermain,
                h)        Ruang sirkulasi.

D. PERABOT
1.  Perabot Pendidikan
                a)    Meja dan kursi siswa di ruang kelas,
                b)    Meja dan kursi guru di ruang kelas,
                c)    Meja dan kursi di ruang Laboratorium,
               d)    Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan.
2.  Perabot administrasi
Lemari, meja dan kursi di:
                a)    Ruang kepala sekolah,
                b)    Ruang tata usaha,
                c)    Ruang guru.
3.  Perabot Penunjang
Lemari, meja dan kursi di:
                a)    Ruang UKS,
                b)    Ruang OSIS,
                c)    Ruang koperasi.
E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN
1.  Setiap mata pelajaran memiliki alat peraga,
2.  Laboratorium memiliki alat-alat praktek,

3.  Guru memiliki buku pegangan,
4.  Setiap siswa memiliki buku pegangan/paket untuk semua mata pelajaran,

5.  Guru memiliki buku pelengkap,

6.  Memiliki buku bacaan fiksi dan non fiksi.
Sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki :
A. LAHAN
1. Kepemilikan sah dan ada bukti
2. Memenuhi kondisi keamanan
B. BANGUNAN
1. Memenuhi ketentuan rasio luas lantai terhadap siswa sesuai SPM

2. Memenuhi unsur-unsur keselamatan, unsur  kesehatan, unsur kenyamanan, dan daya listrik
C. RUANG
1.  Ruang Pendidikan
           a)    Ruang kelas/teori,
          b)    Ruang perpustakaan,
           c)    Ruang laboratorium IPA,
          d)    TidakadaRuang laboratorium Bahasa,
           e)    Tidak ada laboratorium Komputer,
           f)    Tidak ada ruang kesenian,
          g)    Ruang keterampilan rusak berat,
          h)    Tidak ada ruang olahraga.
2.  Ruang Administrasi
           a)  Ruang kepala sekolah,
          b)  Ruang guru, (Ruang belajar dijadikan Ruang Guru)
           c)  Ruang tata usaha,
          d)  Tidak ada gudang
3.  Ruang Penunjang
               a)    Tidak ada ruang konseling,
              b)    Ruang beribadah/mushallah,
               c)    Tidak ada Ruang UKS
              d)    Tidak   organisasi kesiswaan
               e)    Tidak ada Ruang Koperasi
               f)    Jamban,(hanya 1)
              g)    Tempat bermain,
              h)     
D. PERABOT
1.  Perabot Pendidikan
           a)    Meja dan kursi siswa di ruang kelas,
          b)    Meja dan kursi guru di ruang kelas,
           c)    Meja dan kursi di ruang Laboratorium,
          d)    Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan.
2.  Perabot administrasi
Lemari, meja dan kursi di:
           a)    Ruang kepala sekolah,
          b)    Ruang tata usaha,
           c)    Ruang guru.
3.  Perabot Penunjang
Lemari, meja dan kursi di:
           a)  Ruang UKS, (tidak ada)
          b)  Ruang OSIS,(tidak ada)
           c)  Ruang koperasi. (tidak ada)
E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN
1.    Tidak semua mata pelajaran memiliki alat peraga,
2.    Laboratorium memiliki alat-alat praktek tetapi tidak lengkap,
3.    Guru memiliki buku pegangan,
4.    Jumlah buku paket tidak memenuhi 1 : 1 dengan jumlah siswa untuk semua mata pelajaran,
5.    Tidak semua guru memiliki buku pelengkap,
6.    Tidak buku bacaan fiksi dan non fiksi.(tidak lengkap)
Sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki :
A. LAHAN
1. Kepemilikan sah dan ada bukti
2. Memenuhi kondisi keamanan
B. BANGUNAN
1. Memenuhi ketentuan rasio luas lantai terhadap siswa sesuai SPM

2. Memenuhi unsur-unsur keselamatan, unsur  kesehatan, unsur kenyamanan, dan daya listrik
C. RUANG
1.  Ruang Pendidikan
           a)    Ruang kelas/teori,
          b)    Ruang perpustakaan,
           c)    Ruang laboratorium IPA,
          d)    Ruang laboratorium Bahasa,

           e)    Ruang laboratorium Komputer,

           f)    Tidak ada ruang kesenian,
          g)    Tidak ada ruang keterampilan,
          h)    Ruang olahraga.
2.  Ruang Administrasi
           a)    Ruang kepala sekolah,
          b)    Ruang guru,

           c)    Ruang tata usaha,
          d)    Gudang
3.  Ruang Penunjang
           a)  Ruang konseling,
          b)  Ruang beribadah/mushallah,
           c)  Ruang UKS,
          d)  Ruang  organisasi kesiswaan,

           e)  Ruang koperasi,
           f)  Jamban,4
          g)  Tempat bermain,
          h)   
D. PERABOT
1.  Perabot Pendidikan
           a)    Meja dan kursi siswa di ruang kelas,
          b)    Meja dan kursi guru di ruang kelas,
           c)    Meja dan kursi di ruang Laboratorium,
          d)    Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan.
2.  Perabot administrasi
Lemari, meja dan kursi di:
           a)    Ruang kepala sekolah,
          b)    Ruang tata usaha,
           c)    Ruang guru.
3.  Perabot Penunjang
Lemari, meja dan kursi di:
           a)    Ruang UKS,
          b)    Ruang OSIS,
           c)    Ruang koperasi.
E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN
1. Semua mata pelajaran memiliki alat peraga,
2. Laboratorium memiliki alat-alat praktek  kurang lengkap,
3. Guru memiliki buku pegangan,
4. Jumlah buku paket memenuhi 1 : 1 dengan jumlah siswa untuk semua mata pelajaran,

5.  Semua guru memiliki buku pelengkap,
6. Memiliki buku bacaan fiksi dan non fiksi.
2.   Perlu mengupayakan ruang Osis, ketrampilan, ruang bimpen, UKS, Komerasi, Lab. Kumputer, bahasa dan kesenian.


                       

                                                                                                                










                                                                                                                                                                                                                             





MATRIKS HASIL KAJIAN : PEMBINAAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS)

KONDISI IDEAL
KONDISI NYATA
KONTRIBUSI CALON
SDN 2 LEMBURSAWAH
SDN 1 CIMAHI
A. Kepala TAS SD
1.  Kualifikasi pendidikan minimal Diploma tiga (D3)
2.  Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah
3.  Memiliki masa kerja minimal 4 tahun
4.  Memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi
5.  Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis dan manajerial.
B. Pelaksana urusan
1.  Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras, humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum.
2.  Pelaksana urusan memiliki kualifikasi akademik minimal SMA/MA/SMK
3.  Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, dan teknis.
C. Petugas layanan khusus
1.  Memiliki penjaga sekolah
2.  Memiliki pesuruh
3.  Kualifikasi pendidikan minimal SMP/MTs
A. Kepala TAS
1.  Kualifikasi pendidikan  S1
2.  Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah
3.  Memiliki masa kerja 3 tahun
4.  Memiliki SK pengangkatan sebagai  tenaga administrasi/oprator
5.  Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis dan manajerial

B. Pelaksana urusan
1.  Belum membagi tugas menjadi pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras, humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum.
2.  Pelaksana urusan memiliki kualifikasi akademik SMA dan S1
3.  Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, dan teknis.
C. Petugas layanan khusus
1.  Memiliki  penjaga sekolah
2.  Tidak memiliki tukang kebun
3.  Tidak memiliki tenaga kebersihan
4.  Tidak memiliki pengemudi
5.  Tidak memiliki pesuruh

A. Kepala TAS
1.  Kualifikasi pendidikan  S1
2.  Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah
3.  Memiliki masa kerja 5 tahun
4.  Memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi
5.  Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis dan manajerial

B. Pelaksana urusan
1.  Sudah membagi tugas menjadi pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras, humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum.
2.  Pelaksana urusan memiliki kualifikasi akademik SMA dan D2
3.  Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, dan teknis.
C. Petugas layanan khusus
1.  Memiliki penjaga sekolah
2.  Tidak memiliki tukang kebun
3.  Tidak memiliki tenaga kebersihan
4.  Tidak memiliki pengemudi
5.   Memiliki pesuruh


1.    Kepala TAS membagi tugas menjadi pelaksana urusan administrasi , keuangan, humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum.
2.    Harus mengupayakan Petugas Layanan Kusus
3.    Tenaga TAS harus eksis/stanbay melaksanakan tugas di sekolah,apalagi masalah  penanganan laporan-laporan baik insiden maupun regular.

0 komentar:

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Abaut

http://wwwroges-ade.blogspot.com, between the and tags
  • About
  • http://wwwroges-ade.blogspot.com, between the and tags

    Popular Posts

    BTemplates.com

    Blogroll

    script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

    About

    script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

    Copyright © Roghes Family | Powered by Blogger
    Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com